16 Juni 2025

Berkabar 29: Passive Income Desainer

Halo temen-temen 👋

Senang banget bisa nulis “Berkabar” lagi. Semoga kalian semua sehat dan tetap semangat berkarya!

Selama ini, sumber penghasilan utama aku sebagai desainer ya dari freelance atau kerja full-time. Entah itu ngerjain project client, atau jadi bagian dari tim di perusahaan.

Tapi, makin ke sini aku sadar: waktu dan tenaga kita terbatas. Kalau nggak kerja, ya nggak ada pemasukan. Di titik ini aku mulai mikir, “Gimana ya caranya punya penghasilan yang tetap jalan meski aku lagi nggak ngapa-ngapain?”

Passive income itu penting banget, apalagi buat kita yang kerja di industri kreatif. Bukan cuma soal nambah pemasukan, tapi juga biar nggak terlalu bergantung sama satu sumber penghasilan. Siapa tahu suatu saat pengen break, atau ada hal tak terduga, passive income bisa jadi penolong.

Sebenernya, ada banyak cara buat desainer dapetin passive income. Salah satu yang lagi rame banget di Twitter: jualan digital products kayak UI templates, icon packs, atau bahkan font.

Awalnya aku cuma ngamatin aja, ngelihat desainer-desainer lain yang rutin share penjualan mereka. Ternyata, banyak juga yang bisa dapet penghasilan lumayan dari jualan digital assets kayak gini.

Akhirnya aku coba juga bikin UI templates dan upload di UI8. Prosesnya seru, mulai dari riset, desain, sampai mikirin presentasinya biar menarik buat pembeli.

Awal-awal, nggak langsung laku, tapi lama-lama mulai ada notifikasi penjualan masuk.

Rasanya seneng banget, apalagi tahu ada orang di belahan dunia lain yang pakai hasil desain kita.

Hasilnya? Nggak langsung gede, tapi cukup buat nambah semangat. Setiap ada notifikasi penjualan, rasanya kayak dapet bonus kecil yang datang tiba-tiba. Dan yang paling penting, template yang udah jadi itu bisa terus dijual tanpa harus kerja ulang.

Selain jualan template, ada banyak ide lain buat passive income desainer:

  • Jualan icon set atau ilustrasi di marketplace seperti Creative Market, Envato, atau Gumroad.

  • Bikin font sendiri dan jual di MyFonts atau FontBundles.

  • Bikin course/tutorial di platform seperti Udemy atau Skillshare.

  • Nulis e-book tentang desain atau pengalaman kerja di industri kreatif.

  • Affiliate marketing untuk tools desain yang kamu pakai sehari-hari.

Intinya, peluang passive income buat desainer itu luas banget. Tinggal pilih yang paling cocok sama minat dan skill kamu.

Jadi, sambil tetap kerja atau freelance, nggak ada salahnya mulai nyicil bikin digital product. Siapa tahu, suatu saat passive income ini bisa jadi sumber utama penghasilan kamu.

Semoga sharing kali ini bisa jadi inspirasi buat temen-temen yang pengen mulai dapetin passive income dari dunia desain. Jangan ragu buat coba, dan jangan takut gagal—yang penting mulai dulu aja!


Highlights Pribadi

🎂 Baru aja ulang tahun ke-26! Sempat nulis**26 pelajaran hidup& prinsip yang aku pegang**.

💰 Menukar hampir semua dana darurat dari reksadana pasar uang rupiah dan dollar ke emas (pakai crypto PAXG) buat jaga-jaga dari inflasi—apalagi situasi ekonomi lagi nggak pasti. Termasuk dedolarisasi.

🤖 Lagi rutin pakait3.chat untuk kebutuhan pribadi—fiturnya mirip ChatGPT, tapi lebih murah ($8/bulan) dan bisa akses ke beberapa model AI. Gunakan kupon kode “THEO-SMELLS” agar kena $1 aja dibulan pertama.

📱 Lagi coba catch up sama update desain iOS & SwiftUI dari WWDC25.


Link and Inspirasi

🎥 Video : WWDC25 Design Highlights. Rangkuman fitur dan perubahan desain terbaru di iOS & SwiftUI dari WWDC25.

🎥 Video : Cara prompt untuk mendesain UI yang cakep dari Mengto.

🎥 Video: Money workshop for designer. Nguyen Le lagi bahas uang dan wealth creation untuk desainer.

🐦 Akun Twitter: The screenshot first company. yang berisikan referensi app store screen yang cantik.

🎶 Playlist. A playlist to focus. Lagi dengerin ini untuk nemenin kerja.


Semoga edisi Berkabar kali ini bisa jadi pemantik buat temen-temen mulai eksplor passive income dari dunia desain. Nggak harus langsung besar, yang penting mulai dulu aja.

Kalau ada cerita atau pengalaman soal passive income, boleh banget reply email.

Sampai jumpa di Berkabar berikutnya!